JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta berbagai pihak untuk tidak lagi memperdebatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama demi meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Luhut mengakui pelaksanaan MBG sempat menghadapi sejumlah kendala karena implementasinya berjalan cukup cepat. Namun, ia menilai berbagai persoalan yang muncul telah dievaluasi dan diperbaiki oleh pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa program dengan anggaran besar tersebut memiliki efek berantai yang signifikan terhadap perekonomian, terutama bagi pelaku usaha lokal dan sektor pangan.
Menurut Luhut, pelaksanaan MBG sebaiknya dilakukan secara bertahap agar pemerintah dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah dan meningkatkan efisiensi program. Ia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) telah berkoordinasi dengan DEN untuk menerima berbagai masukan guna menyempurnakan pelaksanaan program ke depan.
Luhut optimistis manfaat MBG akan semakin terlihat dalam enam bulan hingga satu tahun mendatang. Ia meyakini program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perputaran anggaran yang langsung menyentuh masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
“Jangan bertengkar lagi mengenai MBG. Itu barang baik,” ujar Luhut dalam salah satu pernyataannya terkait program tersebut. Ia mengajak seluruh pihak untuk fokus pada perbaikan dan penguatan implementasi agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.













