SEOUL – Harapan Korea Selatan untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus kandas lebih cepat. Taeguk Warriors dipastikan tersingkir di fase grup setelah gagal mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Hasil mengecewakan tersebut memicu reaksi besar di dalam negeri. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, bahkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia menilai kegagalan tim nasional bukan sekadar persoalan hasil di lapangan, tetapi juga mencerminkan adanya masalah dalam tata kelola sepak bola Korea Selatan.
Dalam pernyataannya, Lee mengaku memahami besarnya harapan publik terhadap tim nasional. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter yang kecewa atas hasil yang diraih Korea Selatan di turnamen empat tahunan tersebut.
“Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas hasil yang sangat mengecewakan ini,” ujar Lee, dikutip dari Reuters.
Korea Selatan menutup fase grup di posisi ketiga. Mereka sempat membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, namun gagal mempertahankan performa setelah kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali takluk 0-1 saat menghadapi Afrika Selatan. Raihan tersebut membuat langkah mereka terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kegagalan ini langsung memicu sorotan terhadap pelatih Hong Myung-bo. Sejak ditunjuk pada 2024, proses pengangkatannya memang menuai kontroversi karena dinilai kurang transparan. Kritik semakin menguat setelah Hong mencadangkan kapten tim, Son Heung-min, pada laga penentuan melawan Afrika Selatan.
Presiden Lee pun meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap federasi sepak bola nasional. Evaluasi itu mencakup proses penunjukan pelatih, sistem pembinaan pemain, hingga tata kelola organisasi agar kegagalan serupa tidak kembali terulang.
Di sisi lain, gelombang kekecewaan juga datang dari publik. Sejumlah petisi yang mendesak pergantian pelatih mulai bermunculan, sementara media-media lokal menilai penampilan Korea Selatan di Piala Dunia kali ini jauh dari ekspektasi.













